Arif B Sholihah

Entries from March 2009

Ruang Publik Kota = Ruang Kita

March 31st, 2009 · 15 Comments

We shape our public spaces, and;
Thereafter, our public spaces shape us
(Winston Churchill)

Beberapa waktu yang lalu, saya lewat di Jalan Magelang, dekat gedung TVRI. Hari menjelang hujan, semua orang bergegas memacu kendaraannya, terutama para pengendara sepeda motor. Dalam suasana yang hiruk pikuk sore itu, tiba-tiba sebuah mobil mewah yang melaju di depan saya melemparkan plastik kresek hitam yang penuh sampah keluar jendela. Wah-wah. Saya lalu berfikir, apa jadinya kalo semua orang melakukan hal yang sama. Jangan-jangan ruang kota kita akan berubah menjadi tempat sampah terbesar yang pernah ada.

Ruang Publik Kota, Milik Siapa?

Barangkali kejadian diatas juga pernah dialami pembaca, atau malah kita sendiri salah satu pelakunya. Padahal kalau kita mau bertanya lebih jauh, sebenarnya ruang publik kota itu milik siapa? Ruang publik kota pada hakekatnya adalah ruang yang dapat dimasuki dan digunakan oleh siapa saja tanpa ada syarat untuk memasukinya. Dalam teori-teori urban desain ruang publik kota antara lain meliputi taman kota, alun-alun, lapangan, trotoar, ruang komersial, ruang terbuka kota, ruang terbuka hijau, jalur jalan, jalur hijau, tepian sungai dan ruang-ruang lainnya yang dapat dikatakan menjadi wilayah publik (public domain).

Sebagai wilayah milik publik, ruang publik kota akan digunakan oleh seluruh warga kota secara “bebas” dan “adil” tanpa membedakan satu warga dengan warga yang lainnya. Sehingga pada dasarnya kita semua berhak menggunakannya tanpa memerlukan ijin khusus dari pihak lain. Namun apa jadinya jika kita hanya menggunakan “hak” kita untuk menggunakannya dan melalaikan kewajiban kita untuk menjaganya. Sikap “njagakke” orang/pihak lain masih kental terlihat. Padahal bukankah di ruang-ruang publiklah akan tercermin wajah kita, kalo ruang publiknya bersih maka bersihlah warganya, begitu juga sebaliknya. Kotor dan tidak terawatnya ruang publik kota akan mencerminkan diri warganya.

Ruang Publik Kota di Yogyakarta

Kondisi ruang publik di kota Yogyakarta masih banyak yang tidak terawat dan kotor keadaannya. Malah tidak jarang muncul aroma tidak sedap, terutama dari riol kota yang penuh dengan sampah. Alun-alun utara yang gundul dan penuh debu di musim kemarau akan tampak becek dan bau di musim hujan. Begitu juga jalan-jalannya, meskipun pihak Dinas Tata Kota telah berupaya membersihkan dan mengelolanya, namun apa daya jika peran serta masyarakat masih minimal. Tampaknya kampanye Yogya Bersih yang dicanangkan Pemerintah Kota perlu terus digaungkan sehingga peran serta masyarakat akan lebih baik.

Upaya penegakan hukum atas pelanggaran membuang sampah di ruang publik juga belum optimal, ditambah lagi dengan minimnya kesadaran masyarakat menjadikan upaya menjaga ruang publik kota sehingga lebih bersih dan terjaga menjadi semakin belum dapat diwujudkan. Tentu saja ini menjadi perhatian kita semua, apalagi jika jargon Yogya Berhati Nyaman memang benar ingin diwujudkan. Semoga.

Tags: Uncategorized