Arif B Sholihah

Architecture for All(1)

January 31st, 2009 · 11 Comments

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling
karena telah datang seorang buta kepadanya*
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup**
maka kamu melayaninya, padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman) dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)
sedang ia takut kepada (Allah)
maka kamu mengabaikannya
sekali-kali jangan (demikian)! sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan
maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan
di tangan para penulis (malaikat) yang mulia dan berbakti"

(Qs. Abasa 1-16)

Sepenggal surat Abasa diatas turun setelah datang kepada Rasul SAW seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada beliau untuk meminta ajaran-ajaran tentang Islam, namun Rasul SAW bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah ayat-ayat ini sebagai teguran kepada Rasulullah SAW.

Kisah diatas memberikan kita gambaran, bahwa seorang Rasul pun pernah melakukan kealpaan. Hingga Allah SWT sendiri memberinya teguran melalui ayat-ayat suci Al Quran. Kealpaan tentang memperlakukan semua orang dengan equal, adil, tanpa diskriminasi. Contoh kealpaan diatas sangat relevan dengan dunia arsitektur kita hingga dewasa ini, terutama dalam mewujudkan arsitektur yang dapat digunakan oleh semua, termasuk orang buta, pemakai kursi roda, orang tua yang telah lemah mobilitasnya, dan orang-orang lain yang memiliki kemampuan "yang berbeda" dalam mengakses dan menggunakan arsitektur.

(to be continued)

Tags: Arsitektur dan Desain

11 responses so far ↓

Leave a Comment

*